Di Usia Kehamilan Ini, Sebaiknya Ibu Hamil Jangan Mudik Terlebih Dahulu

Bulan Ramadhan sudah hampir berakhir. Hari kemenangan pun sudah menanti. Di hari yang istimewa ini, banyak dari masyarakat Indonesia yang memanfaatkannya dengan berkumpul bersama sanak saudara. Meski harus menempuh jarak jauh menuju ke kampung halaman, hal tersebut tak menjadi masalah. Tapi bagaimana dengan ibu hamil? Apakah masih baik-baik saja?

 

Larangan Ibu Hamil Untuk Menempuh Perjalanan Jauh

Perjalanan jauh saja sebenarnya sudah cukup memberatkan bagi mereka yang dalam kondisi prima, apalagi bagi ibu hamil. Selama masa kehamilan, sebenarnya ibu hamil lebih direkomendasikan untuk beristirahat di rumah saja. Aktivitas yang boleh dilakukan pun dibatasi dan harus memenuhi kebutuhan nutrisi termasuk minum susu ibu hamil secara teratur. Bagi ibu hamil, bepergian jauh adalah sesuatu hal yang cukup berisiko, terlebih jika usia kehamilan tersebut belum mencapai 14 minggu atau sudah lebih dari 28 minggu.

 

Pada 14 minggu pertama, ibu hamil umumnya masih sering merasa mual dan sering muntah. Kondisi seperti ini bisa semakin parah jika sang ibu juga memiliki masalah mabuk kendaraan. Pergi jauh dalam kondisi seperti ini tentu bisa berbahaya. Jika dalam perjalanan ibu sering muntah, ia bisa saja kekurangan cairan. Meski ada susu ibu hamil, kebutuhan nutrisi untuk janin pun tetap sulit untuk terpenuhi.

 

Usia kehamilan lebih dari 28 minggu juga sama. Sama-sama berisiko bagi ibu hamil untuk menempuh perjalanan jauh. Pada usia tersebut, perut biasanya sudah semakin besar. Pergerakan ibu menjadi semakin terbatas. Belum lagi jika harus berdesak-desakan dengan penumpang lainnya. Selain itu, selama masa kehamilan tersebut, kebutuhan nutrisi ibu hamil dan janin juga semakin tinggi.

 

Kapan Ibu Hamil Boleh Mudik

Ibu hamil hanya boleh menempuh perjalanan jauh atau mudik saat usia kehamilan berada di rentang 14 hingga 28 minggu. Pada usia tersebut, kondisi ibu dan janin relatif lebih stabil. Sang ibu tidak lagi sering merasa mual dan ingin muntah. Janin juga sudah cukup kuat dan perut pun tidak terlalu besar. Meski demikian, ibu hamil tetap harus berhati-hati.

 

Jangan sampai terlalu merasa lelah, selalu menghindari hal-hal yang bisa membahayakan ibu dan janin serta selalu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Di sini, peran susu ibu hamil cukup besar. Dengan bantuan susu hamil seperti susu Prenagen, tak sulit bagi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s